Kades Bertato Ini Ajukan Diri Divaksin Corona Pertama di Tana Toraja

04 Juni 2021

Foto Berita

Pradyan adalah Kepala Lembang (Desa) Batualu Selatan, Kecamatan Sangalla' Selatan, Tana Toraja. 

Menurut Pradyan, Indonesia saat ini dalam situasi darurat akibat penyebaran virus Covid-19. 


Khususnya di Tana Toraja maupun Toraja Utara, dimana beberapa pekan terakhir kasus Covid-19 terus meningkat bahkan melonjak.

Namun ia menyayangkan masih banyak warga yang bandel tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Padahal berbagai upaya telah dilalukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus mematikan ini. 

"Tetapi saat ini kita patut bersyukur pemerintah melakukan upaya vaksinasi yang anggarannya luar biasa, itu semua demi keselamatan masyarakat," ujarnya. 

Oleh karena itu, dari upaya yang dilakukan pemerintah, ia menyatakan sikap untuk siap menjadi orang pertama di Tana Toraja disuntik vaksin Covid-19. 

"Saya Pradyan Rizky Londong Allo nyatakan sikap, untuk siap divaksin Covid-19 pertama di Tana Toraja," ungkapnya.

Ia juga berharap, kepada masyarakat Tana Toraja agar tidak takut divaksin. 

Tidak mungkin, kata dia, Presiden berani divaksin kalau memang vaksinnya tidak meyakinkan. 

"Yang terpenting sebelum di vaksin, pihak medis lakukan pemeriksaan kepada calon yang akan divaksin, intinya harus betul-betul teliti karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi," pungkasnya. 



Sumber Tribun-Timur.com 

https://makassar.tribunnews.com/2021/01/14/kades-bertato-ini-ajukan-diri-divaksin-corona-pertama-di-tana-toraja.

Berita Terkait

Foto Berita
Resmikan Bandara Toraja, Jokowi Ajak Wisatawan Kunjungi Negeri di Atas Awan

16 Juni 2021

Tana Toraja - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandara Tana Toraja di daerah Buntu Kunik, Kecamatan Mengkendek. Jokowi menyebut Bandara Tana Toraja akan meningkatkan pariwisata dan mengajak wisatawan berkunjung ke Negeri di Atas Awan hingga kawasan wisata Pango-Pango.

Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman tiba di Bandara Tana Toraja menggunakan pesawat ATR 72-600 pada Kamis (18/3) sekitar pukul 11.30 Wita. Jokowi langsung menuju podium untuk meresmikan Bandara Tana Toraja dan Bandara Pantar di Alor, NTT.

"Konektivitas akan semakin baik, pariwisata di sini saya meyakini akan sangat berkembang," ujar Jokowi dalam sambutannya.

"Nanti yang dari Makassar (bisa lebih cepat ke Toraja), bisa saja yang dari Bali nanti langsung ke sini, bisa saja yang dari Jakarta langsung ke sini, bisa saja yang dari Bandung langsung ke Tana Toraja, untuk melihat Negeri di Atas Angin (Awan), melihat (desa wisata) Kete Kesu, untuk melihat (kawasan wisata) Pango-Pango. Saya sendiri pernah ke sini sekali, tapi belum melihat ini semua," lanjut Jokowi.

Jokowi mengungkapkan Bandara Tana Toraja dibangun dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 miliar. Bandara yang dibangun di atas pegunungan itu harus memotong tiga bukit.

"Tiga bukit dipotong, tanah yang harus dibuang dari sana ada jutaan meter kubik. Memang bandara ini unik sekali, memotong tiga bukit sehingga runway-nya bisa dibangun," jelasnya.

Runway atau landasan pacu Bandara Tana Toraja dibangun sepanjang 2.000 meter, namun yang efektif dapat dioperasikan baru sepanjang 1.700 meter. Dari Makassar, pesawat jenis ATR 72-600 dapat menempuh perjalanan sekitar 50 menit hingga di bandara tersebut.

"Kita tahu biasanya masyarakat di sini kalau lewat darat mau ke Makassar itu butuh waktu 9 jam. Tadi saya coba dengan ATR, 50 menit. Artinya apa, mobilitas orang, mobilitas barang, itu akan ada kecepatan," kata Jokowi.

Setelah sambutan, Jokowi secara simbolis meresmikan Bandara Tana Toraja dan Bandara Pantar di Alor NTT dengan memukul gandang dan menandatangani prasasti.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5497960/resmikan-bandara-toraja-jokowi-ajak-wisatawan-kunjungi-negeri-di-atas-awan?_ga=2.203827155.2122527279.1623823119-2048364372.1623727943

Foto Berita
Kreatif, Pemuda Batualu Tana Toraja Buat Pohon Natal dari Bungkus Rokok

04 Juni 2021

Kelompok pemuda Misa Kada asal Lembang (Desa) Batualu, Kecamatan Sangalla Selatan, Tana Toraja membuat pohon Natal yang tak biasa.

Disaat kebanyakan orang membeli, Pemuda Misa Kada menyulap 300 bungkus rokok menjadi pohon Natal.

Pohon Natal yang dibuat pun sangat 'cantik' dan tentunya anti mainstream.


Saat ini, pohon Natal tersebut sudah menghiasi wilayah Kalimbuang dekat Kantor Lembang Batualu.

Sementara, Zhobad salah satu anggota Misa Kada sekaligus penggagas pohon Natal itu mengatakan, Ide ini muncul karena kesal melihat banyak bungkus rokok yang berserakan di jalan.

Dari sini, Zhobad dan beberapa anggota Misa Kada bersama-sama menyisir jalan untuk mengumpulkan bungkus rokok.

Ada ratusan bungkus rokok bekas yang berhasil mereka kumpulkan.

"Bersama teman-teman kita butuh waktu dua hari untuk membuat pohon Natal setinggi empat meter ini yang bahannya dari bungkus rokok bekas," kata Zhobad, Senin (14/12/2020) malam.

Menurutnya, dengan memanfaatkan barang bekas untuk pohon Natal bisa mengurangi sampah disekitar kita.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat khususnya pemuda untuk melakukan hal yang sama.

"Kami akan terus mendorong pemuda-pemuda Toraja khususnya Misa Kada untuk terus berinovasi setiap perayaan Natal," pungkasnya.


Sumber :https://makassar.tribunnews.com/2020/12/14/kreatif-pemuda-batualu-tana-toraja-buat-pohon-natal-dari-bungkus-rokok.

Foto Berita
Padahal Reaktif Covid, Warga Toraja Dibiarkan RS Lakipadada Pulang Sendiri Naik Angkutan Umum

04 Juni 2021

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada Tana Toraja kembali menjadi sorotan publik, Kamis (14/1/2021). 

Bukan karena pelayanannya yang memuaskan, melainkan sebaliknya. 

Itu karena pada Selasa (11/1/2021) kemarin, seorang warga asal Lembang (Desa) Batualu Selatan, Kecamatan Sangalla' Selatan, Tana Toraja melakukan pemeriksaan Rapid Tes Antigen di RSUD Lakipadada. 


Rapid tes yang dilakukan secara mandiri atau berbayar. Hasil dari pemeriksaan tersebut, warga tersebut dinyatakan positif atau reaktif Covid-19. 

Namun, setelah mengetahui hasil tersebut, yang bersangkutan justru tidak mendapat penanganan lanjutan oleh pihak rumah sakit. 

Melainkan disuruh pulang dengan alasan ruangan untuk pasien Covid-19 sudah penuh. 

Parahnya, warga yang diketahui bernama Maris itu pulang sendiri ke rumahnya menggunakan angkutan umum. 

Maria sendiri melakukan pemeriksaan rapid tes karena merasa tenggorokannya sakit dan badannya meriang. 

Sementara, Kepala Lembang Batualu Selatan Pradyan Rizki Londong Allo mengatakan, gegara hal itu membuat warganya gaduh. 

Sebab, warga khawatir Maria terpapar virus Covid-19. 


"Harusnya pihak RSUD Lakipadada mengawal warga saya ini sampai ke rumahnya, atau setidaknya menghubungi kami pemerintah," kesalnya. 

Beruntung, hal tersebut cepat diketahui oleh Pradyan. Meski begitu, menurutnya RS Lakipadada tak melakukan pelayanan dengan maksimal. 

"Untung ada warga yang cepat sampaikan ke saya, saat ini Maria saya minta melakukan isolasi mandiri termasuk keluarganya," ujarnya. 

Terpisah, Direktur RSUD Lakipadada dr Syafari Mangopo menjelaskan, dalam menangani pasien Covid pihaknya sudah all out. 

Menurutnya dalam situasi wabah Covid yang terus meningkat pihaknya tentu ada keterbatasan. 

Termasuk terhadap Maria yang betul diminta pulang oleh petugas yang melakukan pemeriksaan rapid tes. 

"Untuk penanganan pasien Covid di RSUD Lakipadada kami sudah all out berjibaku. Dalam kondisi wabah Covid yang semakin meningkat tentu ada keterbatasan kami," ujarnya. 

Dikatakan, warga yang mendapat pelayanan di pos screening itu sudah merupakan bagian dari pelayanan. 

"Untuk gejala ringan tidak dirawat di RSUD Lakipadada, bisa dirawat di RS fatima dan Sinar Kasih atau melakukan isolasi mandiri dengan koordinasi serta pemantauan petugas puskesmas," pungkasnya.(*)

Sumber 

Tribun-Timur.com