Foto Berita
Upaya Memutus Mata Rantai Covid-19, Bhabinkamtibmas Desa Bontoparang Sosialisasikan Balla Ewako

03 Agustus 2020

SULSELINFO.COM – Takalar, Bhabinkamtibmas Desa Bontoparang Polsek Marbo Polres Takalar Bripka Sulfian melakukan kunjungan Silaturahmi dan sosialisasi Balla Ewako kepada Warga di Dusun Bontoparang, Desa Bontoparang, Kec.Marbo, Minggu (05/07/2020).

Dalam kunjungannya, petugas Bhabinkamtibmas menyampaikan beberapa himbauan terkait keamanan dan upaya pencegahan Virus Corona atau Virus covid-19.




berita asli :

https://sulselinfo.com/2020/07/06/upaya-memutus-mata-rantai-covid-19-bhabinkamtibmas-desa-bontoparang-sosialisasikan-balla-ewako/

Foto Berita
Peletakan batu pertama pembangunan mesjid Nurul As-Salam desa Bontoparang

03 Agustus 2020

MITRAPOL.com, Takalar Sulsel – Bertempat di dusun Bontoparang desa Bontoparang kec.marbo kab.Takalar, Kapolres Takalar AKBP Budi Wahyono, SH.,SIK.,MH, bersama rombongan mengecek program ketahanan pangan dan Peletakan batu pertama pembangunan mesjid Nurul As-Salam desa Bontoparang, Senin (06/07/2020).

Kedatangan rombongan di sambut oleh tuan rumah Iptu H.Sarro Mappa,S.Sos bersama Plt Kades Bontoparang Muh.Rustam,S.Sos beserta masyarakat dusun Bontoparang kec.marbo kab.takalar

Bahwa kunjungan Kapolres Takalar Bersama rombongan di lokasi adalah untuk memantau program Ketahanan Pangan di lahan kebun jagung seluas kl.2 hektar milik H.Sarro Sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan mesjid Nurul As-Salam yang di ketuai oleh Iptu H.Sarro,S.Sos (personil polres takalar)

Andapun peserta Yang hadir mendampingi Kapolres Takalar adalah Wakapolres Takalar Kompol H.Nasaruddin,SH,MM, Kabag Ops AKBP.I Dg.Mangitung, kasar Reskrim,kasat IK, Kapolsek Marbo AKP.Sudirman,SH bersama personil polres Takalar dan Polsek Marbo

Dalam sambutannya Kapolres Takalar berpesan kepada warga” agar senantiasa memakmurkan mesjid serta mendukung penuh program pembangunan mesjid yang sementara dirintis, dan tak lupa pula Kapolres Takalar menghimbau kepada warga agar tetap menjaga kesehatan dengan mengikuti Protokol kesehatan pemerintah dalam upaya Memutus Mata rantai penularan Virus Corona atau Virus Covid-19,” ungkap Kapolres Takalar AKBP. Budi Wahyono, SH.,SIK.,MH,

Sebagai acara tambahan Kapolres Takalar Membagikan masker Kepada perwakilan masyarakat sebelum rangkaian acara dinyatakan selesai

 

 

Reporter: Armand AR

berita asli : 

https://mitrapol.com/2020/07/06/kunjungi-desa-bontoparang-kapolres-takalar-cek-ketahanan-pangan-dan-letakan-batu-pertama-pembangunan-mesjid/

Foto Berita
Penyuluh Swadaya Mengawal Petani Takalar Lakukan Percepatan Tanam Padi

29 Juli 2020

Isu terkait ancaman kekeringan di tengah wabah Covid-19 membuat penyuluh pertanian makin bersemangat mengawal petani melakukan percepatan tanam di wilayahnya. Dengan memanfaatkan ketersediaan air, petani gencar olah lahan.

Salah satunya seperti yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Limbang Seppe, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut Isra, Penyuluh Pertanian Swadaya yang ikut bersama petani melakukan percepatan tanam padi, luas lahan yang dimiliki Poktan Limbang Seppe 25 Ha dalam satu hamparan dan semuanya merupakan sawah tadah hujan.

Ketersediaan air yang bersumber dari air hujan perlu disikapi dengan segera melakukan pengolahan tanah. Hal ini karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi, khususnya saat musim hujan. "Kami terus berusaha memberikan motivasi ke petani agar semangat dalam melakukan olah tanah dan olah tanam, apalagi ada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perihal adanya potensi kekeringan, maka kami sebagai penyuluh swadaya harus ikut berkontribusi dengan melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman, salah satunya dengan mempercepat tanam," tutur Isra. Selain itu, salah seorang petani dari Poktan Limbang Sippe, Daeng Tanganga, juga mengatakan sebagai petani, dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi pupuk, benih bersubsidi dan semua sarana yang dibutuhkan, seperti mesin hand traktor dan air.

“Khusus mesin hand traktor, kami bisa sewa pada pemilik, tapi kalau air tidak tersedia, ini pasti menyulitkan kami. Makanya karena saat ini air masih tersedia dengan baik, kami segerakan pengolahan lahan,” ujar Daeng. Sepreti di tahun-tahun sebelumnya, pada musim tanam kedua, biasanya Daeng maupun petani lainnya di wilayah ini menanam dengan bantuan air hujan, dan hal ini kadang bertahan hingga memasuki bulan ke tiga.

 

(Sumber: https://www.jpnn.com/news/penyuluh-swadaya-mengawal-petani-takalar-lakukan-percepatan-tanam-padi)