Mengenal Desa Bujung Manurung Kecamatan Mambi Mamasa

27 September 2022

Foto Berita

Saya pertama kali menginjakkan kaki di Desa Bujung Manurung pada tahun 2011. Singgah di rumah teman kantor, pegawai baru di tempat saya bekerja, Dian kami memanggilnya. Perjalanan waktu itu adalah untuk melakukan Kalakarya Kesehatan di Kabupaten Mamasa, tapi kami mencoba jalur dari Mamuju - Kalukku -Lekbeng - Mambi - Mamasa. Masih teringat dengan jelas, bahwa saya bercerita dengan lugasnya dengan sang pemilik rumah, bapak dari teman kantor yang saya sebutkan di atas. Pada saat itu tidak pernah terngiang dengan jelas bahwa anak dari sang Pemilik rumah akan menjadi pendamping hidup saya 3 tahun kemudian.


Desa Bujung Manurung adalah sebuah desa yang berada dalam wilayah kecamatan Mambi yang merupakan Pemekaran dari desa Sondong Layuk beberapa tahun silam. Sebagian besar rumah penduduk di Desa ini berada di atas bekas gunung yang di kikis oleh para tetua  desa.


 Untuk mencapai Desa ini dapat di akses melalui 2 Cara :


Via Mamuju - Lekbeng - Mambi. Saat ini telah terdapat sarana transportasi darat dengan Bus Perintis Damri yang melayani trayek tiap hari dari Mamuju - Mambi atau sebaliknya. Biaya sewa Bis Damri Rp. 60.000/ Orang. Perjalanan akan ditempuh selama 4-5 Jam melalui jalur Pegunungan Mamuju yang cukup menantang. Terdapat pilihan lain berupa Travel dengan menggunakan XENIA, KIJANG, dan sejenisnya. Biayanya lebih mahal dibandingkan dengan bus Damri

Via Polewali - Mala'bo - Mambu. Pilihan kendaraan umum yang bisa di gunakan adalah travel berupa mobil Kijang dan Avanza dengan biaya sewa di kisaran Rp. 100.000. Perjalanan dapat ditempuh selama kurang lebih 4-5 jam.


Desa Bujung Manurung memiliki Potensi yang luar biasa. Salah satunya Sumur Manurung: Kekuatan Debit Air-nya, diperkirakan 40-50 Liter /Detik., Produktifitasnya Sangat Menjanjikan., & tidak terpengaruh dengan Musim (Kemarau & Hujan). Selain itu area persawahan juga cukup untuk di jadikan sebagai sumber makanan bagi masyarakat desa.


Untuk penggunaan air di desa ini hampir tidak ada yang menggunakan mesin air. Air bersih yang berlimpah tentunya menjadi anugrah Sang Pencipta bagi penduduk desa. Hanya kadang - kadang air agak kurang ketika saluran Pipa air tertutupi oleh dedaunan Pohon.


Fasilitas penerangan berupa listrik, sudah dinikmati oleh masyarakat. Beberapa tahun lalu masyarakat Desa Bujung Manurung masih sangat tergantung pada Turbin yang mengalirkan listrik ke rumah - rumah, tapi saat ini sudah menggunakan fasilitas Perusahaan Listrik Negara (PLN). Walaupun tegangannya masih belum stabil.


Terdapat pula tanah lapang yang bisanya di jadikan sebagai lapangan Volley atau Futsal di desa ini. Lapangan ini biasanya sangat ramai setelah Perayaan Hari Id karena pada remaja / Pemuda - pemuda desa menggelar rangkaian pertadndingan olahraga sebagai salah satu bagian dari halal bi halal yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Desa ini juga merupakan desa yang strategis, karena menjadi jalur utama kendaraan dari Mamuju ke Mamasa atau sebaliknya. Apa lagi sejak tahun 2017 jalanan sudah mulus maka pengguna jalan semakin ramai yang melintas di desa ini.


Sebagian besar penduduk Desa Bujung Manurung memiliki profesi sebagai petani. Namun ada yang cukup aneh di desa ini. Beberapa pejabat penting Kabupaten Mamasa berdomisili di Desa Bujung Manurung. Bupati Mamasa, Camat, Anggota DPRD Provinsi, Anggota DPRD Kabupaten, Kepala Bidang, Kepala Seksi yang memegang peranan penting di daerah. Ini tentunya menjadi salah satu kekuatan utama yang akan membuat desa Bujung Manurung berkembang lebih pesat lagi, sekiranya di kelola dengan baik.

Bagi yang suka makan Ikan Mas, Desa Bujung Manurung menjadi tempat yang rekomended. Penulis kadang terjun sendiri ke Kolam ikan yang juga merupakan sawah untuk menangkap Ikan Mas. Terdapat juga area jogging yang bagus dari Desa bujung Manurung ke Desa Sondong Layuk melalui Jalan beton yang melintasi sawah.


Berita Terkait

Foto Berita
Puluhan Layangan Jumbo Hiasi Langit Kelurahan Mambi Mamasa pada Hari Proklamasi

28 September 2022

Langit di Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Mamasa, Sulawesi Barat tiba-tiba dipenuhi dengan berbagai jenis layangan pada Hari Proklamasi. Ternyata, sejumlah pemuda di daerah itu menggelar festival lomba layang-layang untuk menyemarakkan HUT ke-75 RI. Festival yang dipusatkan di lapangan sepakbola Kelurahan Mambi itu diikuti oleh puluhan peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Kecamatan Mambi dan sekitarnya. Terdapat dua ketegori dalam lomba ini, yakni layangan ukuran di atas dua meter dan di bawah satu meter. "Peserta 50 tim, dalam satu tim tiga orang. Ketegori yang diperlombakan yakni layang-layang jenis Marra' minimal 2 meter dan ketegori bebas untuk layang-layang 1 meter," kata Rahmat Ketua Panitia Lomba kepada Liputan6.com, Senin (17/08/2020).

Rahmat menuturkan, dirinya tak menyangka kegiatan yang diprakarsai para pemuda ini mendapatkan antusiasme sangat besar dari masyarakat. Festival yang awalnya direncanakan selama satu minggu ini, bisa saja semakin lama karena banyaknya peserta. "Sepertinya kegiatan ini akan berlangsung lama. Karena kriteria penilaian kami itu ada beberapa aspek, pertama dilihat dari motif layangan, kerapian dan tingkat kemiringan benang," ujar Rahmat.

Rahmat juga mengungkapkan, ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh para peserta untuk mengikuti lomba layangan ini. Selain harus memiliki layangan yang sesuai kategori, mereka juga harus menaati protokol kesehatan, meskipun daerahnya masih tergolong zona hijau Covid-19. "Dengan adanya festival layang-layang ini, dapat meningkatkan silaturahmi serta membangun kreativitas masyarakat di Kecamatan Mambi dan semoga festival ini dapat berjalan dengan lancar," harap Rahmat.

Zulkifli salah seorang peserta merasa senang dengan diselenggarakannya festival ini, menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menghibur masyatakat, apa lagi selama beberapa bulan terakhir masyarakat selalu berkutat dengan persoalan Covid-19. "Sangat senang dengan adanya kegiatan lomba layang-layang ini, apa lagi kita dalam suasana kemerdekaan. Masyarakat patut merayakannya," tutup Zulkifli.

Foto Berita
Resmi Terbentuk Karang Taruna Kecamatan Mambi

28 September 2022

Pengurus Karang Taruna Lantang Kada Nene, Kecamatan Mambi, masa bakti 2020-2025 resmi dilantik oleh Bupati Mamasa, H. Ramlan Badawi. Pelantikan berlangsung di Gedung Pelayanan PAUD Desa Sendana, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis 16 Juli 2020. Karang Taruna merupakan salah satau organisasi sosial kemasyarakatan, sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial, dari oleh dan untuk masyarakat.

Pembetukan organisasi Karang Taruna itu, mendapat apresiasi positif dari Bupati H. Ramlan Badawi. Ia mengatakan, organisasi Karang Taruna penting untuk ditumbun kembangkan di desa, kelurahan dan kecamatan, terutama bergerak di bidang kesejahteraan masyarakat. “Ini kali pertama saya melakukan pelantikan Karang Taruna di tahun ini,” kata Ramlan Badawi, dalam sambutannya. Ia berharap, pengurus Karang Taruna yang telah dibentuk agar benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemberdayaan masyarakat, terutama generasi muda dilingkunggannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan. “Bila perlu segera mendaftarkan organisasinya di Kesbangpol supaya kita juga bisa bantu melalui APBD,” katanya.

Ramlan mengatakan, dalam dalam menjalankan roda organisasi sangat diperlukan adanya perencanaan, kapabilitas ataupun Sumberdaya Manusia (SDM) dan juga jaringan atau koneksi. “Jangan sampai banyak program kerja tapi pelaksanaan tidak ada,” katanya. Kata Ramlan, koneksi atau jaringan perlu menjadi perhatian para pengurus Karang Taruna, karena tidak ada seseorang hebat yang dapat bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain. Sehingga ia berharap, agar para pengurus Karang Taruna dapat bersinergi dengan pemerintah setempat.

Kepada Camat dan para Kepala Desa, Bupati Ramlan meminta agar benar-benar mendukung adanya organisasi tersebut, bukan saja bantuan berupa materi tapi nasehat yang sangat diperlukan. “Apalagi Karang Taruna melekat Lantang Kada Nene, untuk itu mari kita sama-sama mendukung,” tandasnya. Sementara itu, Camat Mambi Lukman pun mengapresiasi terbentuknya organisasi Karang Taruna yang telah dilantik langsung oleh Bupati Mamasa. Ia berharap, kedepan Karang Taruna Kecamatan Mambi dapat berkreasi dengan baik, dan dapat menjalankan tugas dan fungsinya di masyarakat. “Terimakasih kepada Bupati yang berkenan hadir melantik pengurus Karang Taruna Kecamatan Mambi, meskipun memiliki jadwal yang begitu padat,” pungkasnya.

Foto Berita
Vaksinasi Massal Di Kecamatan Mambi Dihadiri Bupati Mamasa

28 September 2022

Bupati Mamasa Dr.H.Ramlan Badawi. MH bersama Forkopimda Kabupaten Mamasa mengunjungi penyelenggaraan vaksinasi massal di Kecamatan Mambi untuk mempercepat proses vaksinasi terhadap warga masyarakat Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar.

Saat memberikan sambutan, Bupati Mamasa, mengatakan tujuan untuk mengadakan penyelenggaraan vaksinasi massal ini untuk mengajak masyarakat melaksanakan vaksinasi, agar mencapai target herd immunity sekaligus sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional terutama di sektor ekonomi. Vaksinasi itu digelar di lapangan Masjid Agung Mambi dan ada dua gerai dipusatkan di pasar Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar, Kamis (25 /11/2021).

Dalam kesempatan yang berbeda Camat Mambi, Armi Pane.SPd , mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan di Kecamatan Mambi, diharapkan masyarakat untuk datang dan siap divaksin untuk mencapai target yang sudah ditetapkan pemerintah yakni 70% sehingga bisa mencapai herd immunity dan dianggap aman.

Yang menarik, acara vaksinasi itu dsertai door price sebanyak 60 paket hadiah yang sudah disiapkan pelaksana dengan cara diundi agar masyarakat yang datang siap divaksin dan tetap semangat.

Sementara Kepala Kelurahan Mambi Arwin Wijaya .S.STP mengatakan, “Sedangkan tekhnis pelaksanaan vaksinasi, sama seperti pelaksanaan sebelumnya yakni meliputi pendaftaran, pengukuran tensi, screening kesehatan, penyuntikan vaksin dan observasi setelah vaksin selama kurang lebih 30 menit. Dalam upayanya mempercepat herd immunity terkhusus kecamatan mambi ini segera bisa memenuhi target dari pemerintah,adapun stok vaksin yang disiapkan di tiga tempat gerai vaksin sebanyak 1500 Vial dosis,” ujarnya.

Lurah Mambi juga menghimbau, " Agar warga vaksin dengan kesadaran sendiri dan tidak ada merasa dipaksa, agar apa yang kita harapkan untuk memenuhi herd immunity segera terpenuhi, hanya membawa KTP atau surat domisili dan dalam keadaan sehat, itu semua tidak ada biaya dan gratis,” tutupnya.