Panaikang Birayya

Wisata Murah Sejuta Pemandangan

Foto Wisata

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kabupaten Bulukumba, yang berada sekitar 150 kilometer selatan kota Makassar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), seakan tak ada habisnya dengan destinasi wisata.

Kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi itu, memiliki banyak tujuan wisata yang wajib untuk dikunjungi. Selain dikenal dengan pantai Biranya yang memiliki pasir yang halus bak terigu, juga ada destinasi wisata lainnya, seperti Panaikang Birayya.

Panaikang Birayya terletak di Desa Darubiah, 35 kilometer dari pusat kota Bulukumba, atau 4 kilometer sebelum Tanjung Bira. Kawasan wisata tersebut dikelola oleh masyarakat setempat bernama Edi, di atas lahan seluas 6.000 meter persegi.

Hingga saat ini pengelola telah mengucurkan dana sebesar Rp153 juta untuk membuat fasilitas di dalamnya, mulai dari penginapan hingga wahana untuk swafoto. Ditempat ini, pengunjung bisa menikmati banyak tempat foto. mulai dari pondok indah, jembatan pelangi, rumah alang-alang, ayunan, baranda, dan masih banyak yang lainnya.

Semua dibuat dari bahan seadanya dari alam dan juga memanfaatkan barang bekas dan barang antik, seperti sepeda dan motor.

"Kita manfaatkan semua yang bisa dimanfaatkan. Seperti pondoknya, kita bangun dari kayu dan papan yang ada disekitar sini juga," ujar Edi.

Untuk biaya masuk, Edi mengaku tak ingin membebani pengunjung. Cukup dengan Rp 5.000, pengunjung sudah dapat menikmati semua wahana yang ada. Namun hal itu belum termasuk biaya parkir. Edi mengaku, untuk parkiran ia percayakan pengelolaannya kepada sang paman. "Untuk motor itu Rp 2000, sementara mobil Rp 10.000. Paman saya yang kelola," tambahnya.

Kawasan wisata yang dibuka pada Februari 2017 itu, juga memiliki tempat penginapan. Untuk fasilitas penginapan Edi memberikan harga Rp 250 ribu permalamnya untuk hari biasa. Sementara hari libur atau hari besar lainnya, harga tersebut biasanya naik menjadi Rp 300 ribu.

"Fasilitas itu merupakan masukan dari pengunjung yang mau menginap namun tidak membawa persiapan. Karena biasanya, kebanyakan pengunjung menginap membawa tenda camp bersama rombongan," pungkasnya.