Foto Berita
PORANG RAKSASA TUMBUH DI DESA Kambuno

19 April 2021

Porang alias Tire adalah komoditas pertanian yang sangat menjanjikan, pada awal tahun 2018-sekarang, tanaman yang dulunya dinggap gulma, sampah atau penganggu tanaman dikebun kini menjadi tanaman yang dijadikan prioritas bagi para petani khususnya didesa Kambuno kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

Tidak heran jika tanaman ini banyak terlihat tumbuh subur di desa Kambuno karena memang para petani mengembangkan tanaman ini dengan metode yang bervariasi. Salah satu petani yang menurut penulis menjadi petani porang tersukses adalah bapak Abu Sofyan  warga dusun Barugae desa Kambuno tidak terhitung lagi berapa jumlah pohon porang yang dia tanaman. Simak videonya pada link berikut

Selain Abu Sofyan ada juga petani lainnya yang juga punya porang unik, Petani itu disapa puang Alla, dia mempunyai porang raksasa setinggi 2,3 meter dengan diameter batang 50,7 Cm. Siapa pun akan tercengang kagum melihat porang yang satu ini. “Dilihat dari batangnya kira-kira Umbinya sudah sebesar ban mobil” Ucapanya saat kami mengunjungi lahan Porangnnya yang juga terletak didusun Barugae desa Kambuno.

Diperkirakan pada musim panen desa Kambuno menjadi desa dengan penghasil Tire terbanyak di Kabupaten Bulukumba. Indikator utamanya adalah para petani yang semuanya punya lahan Porang, jumlah yang sangat banyak, dan tanaman yang tumbuh subur.

Mengapa porang mahal.?

Umbi Porang (Amorphophalus Muelleri) merupakan jenis tanaman yang masuk dalam kelaurga Araceae dan kelas Monokotiledoneae hasil umbi yang mengandung glucomannan yang berbentuk tepung adalah tanaman yang kini diekspor ke China, Tiongkok dan Jepang. Glukomannan adalah serat alami yang laut dalam air dan ekstrak dari akar umbi gajah. Nama lainnya adalah Konjac mannan merupakan polisakarida larut dalam air yang dianggap sebagai serat makanan. Substansi ini merupakan komponen hemiselelulosa di dinding sel dari beberapa spesies tanaman. Glukomannan lazim digunakan sebagai adiktif makanan sebagai emulsifier dan pengental.

Sentra tanaman ini ditanaman diberbagai area, di desa Kambuno sendiri para petani mananamnya dibawah pohon, disawah, atau diladang kosong lainnya. 

Foto Berita
Internet Desa

19 April 2021

Internet desa Kambuno

Era globalisasi saat ini hampir semua sisi kehidupan butuh internet, pemanfaatan teknologi informasi (TIK) sangat menunjang kenerja informasi di pedesaan. Dengan tersedianya jaringan internet yang bagus maka masyarakat lebih mudah mengakses informasi untuk membantu aktifitasnya.

Membangun dari desa, presiden Jokowi selalu menggenjot agar pembangunan dimulai dari bawah keatas. Tidak sedikit anggaran untuk mengembangkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa, hal ini dijelaskan dalam program prioritas dari kementrian desa PDTT terkait anggaran desa yang terdiri dari 4 poin :

1.       Agar setiap desa memiliki 1 produk unggulan (One Village One product)

2.       Adanya pembentukan Badan Usaha milik Desa (Bumdes) untuk menambah penghasilan asli daerah agar bisa menopang pembentukan desa mandiri

3.       Pembangunan embun desa

4.       Dan fasilitas olahraga

Program ini dilindungi oleh UU No 6 Tahun 2014 tentang desa yang termaktub dalam UU desa pasal 86 ayat 1-3 yang berbunyi :

 1. Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota

2.  Pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem informasi desa dan pembangunan kawasan pedesaan.

3. Sistem informasi desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia.

Sayangnya belum semuanya desa di Indonesia menikmati fasilitas internet yang bagus. Jangankan internet untuk akses jaringan telepon selular pun kadang masih sangat terbatas. Di desa Kambuno sendiri masih banyak warga yang masih kesulitan mengakses jaringan, mereka kadanga naik kebukit, pohon hanya untuk menikmati jaringan. Kendala terbesarnya adalah aspek geografis indoensia yang terdiri dari ribuan kepulauan, sehingga pemerataan pembangunan khususnya layanan informasi mengalami masalah, terlebih lagi bagi daerah-daerah 3T (Terdepan,terluar dan tertinggal).

Untuk apa internet desa itu,?

Pertanyaan ini membuat kita merenung sejenak, coba duduklah sebentar dan nikmatilah  waktu tanpa berhubungan dengan internet.  Anda mungkin akan bosan, mengeluh sampai panik. Itu bagi pribadi Anda, mari kita hubungkan dengan aktifitas desa yang saat ini dituntut untuk berhubungan langsung dengan internet dan aplikasi. Mulai dari aktifitas sehari-hari, laporan, data masyarakat dan lain-lain.

Internet desa bukan semata-mata diprioritaskan kepada pemerintah desa dan jajarannya saja, tapi lebih kepada masyarakat secara menyeluruh khususnya bagi para pelajar/pemuda. Namun untuk area desa Kambuno jaringan internet desa masih sangat terbatas karena saat ini jaringan masih berstatus percobaan. “Kedepannya kita usahakan agar jaringan internet bisa dinikmati oleh semua warga Kambuno, tentunya butuh usaha dan percobaan yang memakan waktu lama,  jadi kami berharap agar masyarakat sabar Insyah Allah kami usahakan”. Ucap kepala desa Kambuno Syahrullah Syam saat ditemui oleh tim desakambuno.com pada selasa, 09/03/2021.

Beberapa masalah besar yang terjadi saat internet desa dibangun

1.       Transaparansi anggaran, bukan hanya jaringan internet desa saja yang selalu dituntut agar anggarannya harus transparan tapi semua ruang lingkup pembangunan didesa.

2.       Internet desa Kambuno sedang dalam masa percobaan, butuh kesabaran dan waktu agar jaringan benar-benar bisa terjangkau diseluruh area desa Kambuno.

3.       Hubungan antara penyedia jaringan dan pemerintah desa yang kurang baik, dimana pemdes menuntut banyak kepada penyedia jaringan termasuk, kecapatan jaringan serta  perluasan jangkauan internet disemua area desa Kambuno, sementara jaringan ini masih dalam tahap percobaan.

Dengan hadirnya jaringan internet desa komunikasi pemdes ke pemda lebih update, masyarakat lebih mudah memantau aktifitas desa melalui website desa dan penggunaan aplikasi desa seperti idm,web,media social dan lain-lain bisa terjangkau dengan baik.

Beberapa titik yang dibidik untuk area perluasan jaringan internet desa seperti masjid, area wisata, pendidikan, dan lain-lain yang dianggap perlu menggunakan internet desa.