PKM Polimdo, Masyarakat Desa Libas Diberi Pelatihan

06 Juli 2021

Foto Berita

     Jalan adalah akses penting bagi warga untuk beraktifitas, tetapi dibeberapa lokasi masih banyak jalan yang kurang memadai yaitu masih berupa jalan tanah dan belum adanya perkerasan maka hal tersebut akan menjadi kendala, terutama pada saat musim hujan yang akan menyulitkan aktivitas masyarakat. Untuk itu, jalan adalah sesuatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya untuk mobilitas dalam kehidupan sehari-hari.

     Dalam rangka ikut berperan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) pada tanggal 15 Juni 2021 menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Fungsi Ruang Luar di Desa Libas, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. “PKM merupakan suatu media yang menghubungkan dunia pendidikan dengan masyarakat sekitar, dalam hal ini Polimdo, guna memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.” terang Seska Nicolaas ST MT, Dr Febrianne Makalew ST MUDD, Sudarno ST MT dan Vicky Assa ST MT selaku pelaksana PKM di Desa Libas.

     Mereka menjelaskan bahwa Politeknik Negeri Manado perlu untuk ikut ambil bagian dalam program mencerdaskan anak bangsa di Sulawesi Utara. “Hal ini selain sebagai bentuk Tridharma Perguruan Tinggi juga sebagai wujud nyata kepedulian Polimdo dalam meningkatkan SDM masyarakat yang ada di Desa Libas,” ungkap mereka.

     Sementara itu, Hukumtua Desa Libas Abdel Viktor Tukunang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polimdo atas pelaksanaan PKM di daerahnya. “Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas pelaksanaan PKM yang telah dilakukan oleh Polimdo. Semoga dengan adanya kegiatan pelatihan pemasangan paving dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Libas,” tutur Hukumtua.

Berita Terkait

Foto Berita
Desa Libas Salurkan BLT-DD Kepada 41 KPM

06 Juli 2021

     Pemerintah Desa Libas, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Hukum Tua Abdel V. Tukunang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Sabtu, 12 Juni 2021.

     Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Desa Libas yang dilaksanakan dengan ketat menerapkan protokol kesehatan, dihadiri oleh BPD, Babinsa Serma Kristal SM mewakili Dandim dan masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

     Hukum Tua Abdel V. Tukunang yang di wakili Sekretaris Desa Marlens Bomboa mengucapkan banyak terima kasih kepada BPD, Babinsa Serma Kristal SM dan Ketua Forum Jurnalis Biro Minahasa Utara (Forjubir Minut) yang sudah hadir dalam penyaluran BLT di Desa Libas.

     Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bulan Januari Tahun 2021 di Desa Libas Kecamatan Likupang Timur total berjumlah 41 Penerima Manfaat (KPM), dengan menerima sebesar Rp. 300.000/KPM.

     "Semoga dengan adanya BLT-DD ini dapat membantu mengurangi beban masyarakat kurang mampu dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) harus dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya”, ungkap Sekretaris Desa Marlens didampingi Bendahara Rini Raena Manempede.

     Lanjutnya, “Bagi masyarakat penerima PKH dan UMKM agar tidak lagi menerima bantuan yang lainnya, supaya tidak tumpang tindih. Regulasi, aturannya adalah, setelah penyaluran ini dipertanggung jawabkan, baru kemudian turun lagi BLT-DD untuk bulan Februari punya”, tutur Sekretaris Desa Marlens mewakili Hukum Tua Abdel V. Tukunang dalam arahannya.

     Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa BLT-DD Desa Libas Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.

Foto Berita
SEJARAH DESA

07 Juni 2021

Daerah yang sekarang ini di kenal sebagai Desa Libas letaknya di bagian utara pulau bangka kecamatan likupang timur. Dahulu kala daerah ini belum mempunyai penghuninya, tetapi rupanya sudah di kenal oleh pelaut-pelaut sangihe talaud yang kebetulan menyinggahi tempat tersebut pada waktu pulang pergi manado, siau, biaro, tagulandang, sangihe, talaud dan ternate. Di antara mereka ada yang tertarik untuk tinggal menetap. Pada tahun 1864 serombongan orang dari kerajaan siau tiba di daerah tersebut dengan tujuan menetap.

Rombongan itu di pimpin oleh Yakob Kobis dan keluarga, Keluarga yang mengikuti rombongan tersebut ialah :

1.    KELUARGA KOBIS

2.    KELUARGA SANGGEL

3.    KELUARGA BOMBOA

4.    KELUARGA MAKAHINDA

5.    KELUARGA BREK

6.    KELUARGA TUKUNANG

7.    KELUARGA BIDA

8.    KELUARGA BANGGAIA

9.    KELUARGA SEBA

Munculnya nama LIBAS berasal dari kata LIWASE, yaitu nama sejenis jeruk yang menurut sebutan dalam bahasa daerah Sangihe Talaud (SIAU) LIMU LIWASE. Limu adalah jeruk, jeruk ini banyak di temukan di pesisir pantai dan darat oleh para pendatang maka daerah ini di namakan LIWASE.

Pendapat orang –orang tua yang lain, sebutan nama libas berubah menjadi GULIWASE karena pengaruh lafal suku bangsa lain. Pada tahun 1912 disahkan menjadi satu negeri di bawah asuhan HukumTua Kahuku. Untuk Tokoh-Tokoh pendiri desa LIBAS adalah 9 KELUARGA.

Pada tahun 1913 Libas di pisahkan dari wilayah pemerintahan desa Kahuku dan di resmikan oleh pemerintah menjadi desa otonom dengan nama Desa LIBAS kecamatan Likupang.