“PERJUANGKAN LAPANGAN BOLA, DEMI GENERASI MUDA,”

24 September 2021

Foto Berita

Terletak di desa pangkalan blok Madrasah Roudlotul Muta’allimin, serta bersebelahan dengan TPU desa pangkalan. STADION GEBANG MAHESA DESA PANGKALAN dikenal sebagai salah satu fasilitas umum (FASUM) yang sangat digandrungi oleh Kalangan muda maupun dewasa sekarang – sekarang ini,, Lapangan dengan luas 80x100 meter yang terletak di rt 02/ rw 03  ini sangat aktif dikelola oleh Pemuda setempat yang tergabung dalam KARANG TARUNA SUTA JIWA desa Pangkalan. Beberapa tournament internal maupun external acapkali terselenggara di sini, salah satunya dikala penghujung 2016 yaitu PANGKALAN OPEN TOURNAMENT CUP yang pada saat itu tercatat ada 64 Club sepak bola yang mendaftar dan ikut unjuk gigi dalam pertandingan tersebut, 32 Club pada 2018 dan 16 Club pada 2020.

                Pengurus Karang Taruna di divisi Olahraga sendiri menjelaskan bahwa sampai saat ini database Karang Taruna mencatat, desa Pangkalan Memiliki 20-an Lebih Club sepak bola yang aktif berlaga di Stadion Gebang Mahesa., Diantaranya : 

1. KARTO FC

2. ELANG JAWA FC

3. BWI FC

4. CJFI FC

5. WANAJAYA FC

6. WANAJAYA LEGEND FC 

7. MABES FC

8. FAJAR MUDA FC

9. KAPAK MERAH FC

10. AVON FC

11. BARETA FC

12. PANSER FC

13. TEJA FC

14. PANGKALAN ALL STAR

15. KALEN BOJONG FC

16. KARTO LEGEND FC

17. BRAMA FC

18. PUTRA MANDIRI FC

19. 04 JUNIOR FC

20. 04 JUNIOR PUTRI FC

21.  PUTRA TARUB FC

Kesemua Club Sepak Bola tersebut, selalu aktif dalam mengikuti berbagai pertandingan yang terjadwal setiap harinya di desa Pangkalan (Everyday) maupun dalam event tertentu seperti liga persahabatan dan lainnya. “Alhamdulillah,, kerja keras para pemuda selama ini membuahkan hasil yang membanggakan bagi kami,, dengan memiliki fasilitas lapangan sepak bola, diharapkan mampu mencetak generasi – generasi berpotensi di desa pangkalan,, dan kedepannya semoga pemerintah desa lebih jeli lagi dalam mensupport kegiatan dan Ide – ide Pemuda,,” Jelas Dede Sunaryo dari Divisi Olahraga Karang Taruna SUTA JIWA desa Pangkalan. Berawal dari mimpi, digerakkan oleh niat, diperkuat gotong-royong lalu diramu dengan potensi yang dimiliki, generasi muda di desa ini pasti mampu untuk terus berprestasi (red.) (Digides_24/09/2021).

 

 

Berita Terkait

Foto Berita
PENGECORAN FASILITAS OLAHRAGA DESA PANGKALAN

20 September 2021



Senin, 20/09/2021 Karang taruna beserta warga desa pangkalan bergotong royong dalam kegiatan pembangunan fasilitas lapangan Volly bertempat di pangkalan kulon blok jembatan baru, kegiatan ini diprakarsai oleh Pengurus karang taruna untuk memfasilitasi masyarakat terutama para pemuda agar bisa dimanfaatkan bersama sebagai aset desa yang berguna baik dalam penggalian potensi maupun melakukan kegiatan - kegiatan yang positif. Ditemui di tempat saat mengontrol kegiatan pengecoran, Kasnadi (Ketua Karangtaruna) menyampaikan bahwa Para generasi muda dan masyarakat mestinya difasilitasi agar bisa lebih banyak menghabiskan waktu dalam kegiatan - kegiatan yang bisa memberikan efek yang baik di kehidupan sehari - hari.


"Kita harus terus berinovasi, agar masyarakat kualitasnya tidak menurun tertinggal oleh zaman,,  kedepannya fasilitas olahraga ini memang sudah direncanakan untuk diadakan pelatihan, dan turnamen bola volly serta masih banyak lagi...  kami juga masih memiliki banyak agenda kegiatan, seperti pengenalan digitalisasi pelayanan pemdes pangkalan, pengenalan asset Cryptocurrency dan masih banyak lagi..". Pungkasnya.


(Reporter_digides20/09/2021)

Foto Berita
COACH YOSEP IBRAHIM "PETARUNG ASLI DESA PANGKALAN"

16 September 2021

Memiliki nama lengkap Yosef Maulana Ibrahim, Lelaki kelahiran Indramayu 24 Agustus 1994 ini memulai karirnya dalam dunia Fighter pada pertengahan 2013 dengan bekerja di Sasana – sasana ternama di beberapa kota besar seperti IMPACT MMA Jakarta, WARRIOR MUAYTHAI Bekasi, WOLFPACK MUAYTHAI Tangerang dan sebagainya.

                    Ditemui di kediamannya di desa pangkalan kecamatan losarang – kabupaten indramayu, ia menuturkan bahwa untuk mencapai impiannya, sangat banyak lika liku demi perjuangan yang harus dilakukan karena memang dilahirkan dari keluarga yang biasa – biasa saja bahkan bisa dibilang sangat terbatas dalam perekonomian kala itu.  Tetapi semua itu tidak mampu membendung semangat sang Putra Indramayu untuk mewujudkan cita – citanya sebagai petarung yang berprestasi.  Bahkan dahulu ‘Coach Ibra’ pernah berprofesi sebagai pengamen jalanan karena memang keluarganya belum mampu menyekolahkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terminal Bandung, Cirebon, Kuningan dan sekitarnya menjadi saksi dikala itu bagaimana ia mencoba bertahan hidup tanpa harus memupuskan cita – cita.

2014 menjadi awal, lembaran baru bagi Coach Ibra untuk mencoba masuk ke alam dunia atlit kick boxing amatir dengan mempertaruhkan segala yang ia punya, mulai dari pekerjaan, waktu dan bahkan kisah cintanya karena memang Sang kekasih tidak mendukung pilihannya. Tahun demi tahun ia jalani dengan disiplin, penuh keyakinan bahwa usahanya takkan membohongi hasil suatu saat nanti cemoohan, Hinaan dari orang – orang yang menyepelekan dirinya yang hanya seorang pemuda desa malahan menjadi alasan baginya untuk berusaha dan berlatih lebih keras lagi.

Dan benar saja, Tuhan takkan mengabaikan hamba-NYA yang tak pernah bosan berdo’a dan berusaha. Di tahun 2018 dirinya diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi Atlit profesional pencak silat dan lolos pada saat itu. Tak sampai disitu, pada 2019 Coach Ibra-pun ikut dalam ajang pertandingan Professional Pencak Silat Championhip sehingga dirinya mampu menyabet juara ke-II. hingga sekarang, ia masih aktif menjadi pelatih Kick boxing dan Muaythai yang memiliki puluhan klien sebagai anak didiknya mulai dari Artis, Pegawai kantoran, Mahasiswa dan lainnya.           

“sing awit bengen,, kita kuh memang doyan pisan gulet, seminggu bisa 3 – 5 balen gulet,,

Yaa gulete mh karo sapa bae,, urusane ya apa bae,, seolah-olah uripe kita kuh lebih seru baka gulet hahaha,,,”  Candanya saat diwawancara oleh reporter yang memang bersahabat lama dengan Coach Ibra.

“Kira-kira, apa sing pengen disampaiaken kanggo generasi – generasi enom ning dermayu?”

 

“laka.... haha” masih dengan nada candanya yang kemudian berubah menjadi mimik serius.

 

“yaa pesen.e kita sih,, dadi wong enom iku aja gelem diwatesi keadaan, aja gelem diwatesi keterbatasan, bagen dihina, bagen dicemoh, bagen disepelekaken gah endah joraken bae..! uripe ira iku ceritane ira, jalani sesuai keyakinan lan siji maning,, dongane ira ora manjur tanpa usaha...”

 

Demikianlah sekelumit kisah dari seorang Petarung muda dari desa Pangkalan, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, ia bagaikan burung yang enggan menekuk sayap untuk terbang meskipun kadang angin tak berpihak padanya, tak pernah mau dibatasi keterbatasan meskipun banyak hal yang mencoba membatasinya. Seperti itulah karakter orang – orang yang selalu berfikir bahwa kesuksesan bukanlah sebuah kemustahilan. Setelah bercengkrama sesaat sambil menghabiskan secangkir kopi, sayapun berpamitan.

Teruslah bertarung kawan..

Biarkan kami titipkan rasa bangga atas perjuanganmu..  (Zaenal_DIGIDES)