KANTOR DESA SENGENG PALIE DI DATANGI WARGA, ADA APA...?

07 Juni 2021

Foto Berita

Parigi,Lappariaja...Kantor Desa Sengeng Palie Kecamatan Lappariaja ramai didatangi Warga, Tanggal 27 Mei 2021 Tepatnya, Warga yang masuk dalam Kategori penerima BLT yang Berjumlah 158 Jiwa ternyata menerima Surat Panggilan untuk menerima BLT DD Tahap II Bulan Februari 2021. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang direncanakan melalui APBDes Desa yang dihadiri Oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa. 

Dalam kegiatan ini,pemerintah Desa Sengeng Palie Melalui Desa Sengeng Palie Mardatillah Latif,menyampaikan bahwa prokes Harus Tetap dilaksanakan mengingat Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. dalam kesmpatan ini juga kepala desa sengeng palie memberikan Bantuan Langsung Tunai dan Beberapa dibantu oleh Bendahara dan Pendamping Desa Untuk menyalurkan Bantuan ini.


Berita Terkait

Foto Berita
Gelar Operasi Yustisi, Kanit Binmas Polsek Lapri: Masih Banyak Masyarakat Tidak Taat Prokes

21 Juli 2021

BONE, LAPPARIAJA - Operasi Yustisi merupakan operasi yang digelar untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan menyasar masyarakat yang tidak menggunakan masker 


Personil gabungan TNI/POLRI di wilayah hukum Lappariaja kembali menggelar operasi yustisi di Tugu Pertigaan Leppangeng, (Jalan Poros Bone - Makassar - Soppeng), Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulsel, (21/7/2021). 


Kanit Binmas Polsek Lapri, Aiptu Jumain menerangkan bahwa masih banyaknya masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. 


"Dari hasil operasi, masih banyaknya masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, padahal kita ketahui bersama ini untuk kebaikan kita bersama, guna menekan angka penyebaran Covid19," terangnya. 


"Dan kami tidak menyerah untuk hal ini, kami terus gencar melaksanakan operasi yustisi," Pungkas AIPTU Juma'in.

Foto Berita
Isi Materi Dampak Narkoba di MPLS SMA 5 Bone, Wakapolsek Lapri: Bolos Adalah Salahsatu Dampak Narkoba

13 Juli 2021

BONE - SMA Negeri 5 Bone yang terletak fi Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kabupatrn Bone, Sulawesi-selatan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (13/7/2021). 


Wakapolsek Lapri, IPDA M. Amir berkesempatan mengisi materi Narkoba dan Dampaknya. 


Dalam materinya menerangkan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar. 


"Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja adalah sebagai berikut : Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, sering menguap, mengantuk dan malas. Tidak mempedulikan kesehatan diri suka mencuri untuk membeli narkoba," terang IPDA M Amir. 


"Dari sisi psikologis, berikut adalah sejumlah dampak narkoba yang bisa muncul jika disalahgunakan: Depresi, gangguan cemas, panik, menjadi agresif, paranoid (rasa takut dan kecurigaan yang berlebihan), halusinasi," lanjutnya 


"Tidak hanya itu, bahaya penyalahgunaan narkoba dalam jangka panjang juga bisa berdampak buruk pada daya ingat pelajar, kemampuan belajarnya, dan tingkat konsentrasinya," pungkasnya. 


Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terlihat para peserta MPLS antusias mendengarkan materi tersebut.

Foto Berita
Keren, dengan Digitalisasi, Warga Desa Sengeng Palie Lapri, Nikmati Pelayanan Mudah

10 Juli 2021

BONE, ENEWSINDONESIA.COM - Kemajuan era digital sudah tak terbendung. Tidak ada batasnya antara desa dengan kota. Terbukti di pedesaan pun secara nyata banyak kita jumpai banyak warung dengan fasilitas  free wifi. Warga desa pun mayoritas setiap KK sudah mempunyai handphone atau gadget. 


Melihat hal ini, tentunya pemerintah desa pun harus mampu beradaptasi dalam dunia serba digital sehingga mampu memanfaatkannya untuk mempermudah komunikasi, bahkan mempermudah dan mempercepat pelayanan warga. 


Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone misalnya. Pemerintah desa setempat benar-benar merasakan manfaat desa digital apatah lagi dalam situasi pandemi Covid 19 ini. 


Program aplikasi Digital Desa (DIGIDES). Aplikasi ini di dibuat oleh PT. Digital Indonesia. Salah satu pendiri, Kasman Suherman yang sempat di konfirmasi via seluler oleh Enewsindonesia.com menerangkan bahwa aplikasi ini di buat pada tahun 2018. 


"Dibuat tahun 2018, kemudian kami uji coba 1 tahun dan kami launching di tahunl 2019. Saat ini, yang memakai aplikasi ini ada 301 desa dari 60 kabupaten di Indonesia," terang Kasman Suherman yang juga merupakan putra Desa Tonrongnge, Bone ini. 


Di Kabupaten Bone sendiri sementara baru dua desa yang memakai aplikasi ini, yakni: Desa Tonrongnge dan Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja. 


Try Hartono, Sekretaris Desa Sengeng Palie mengatakan bahwa aplikasi ini mempermudah dan menghemat waktu warga desa kami. 


"Rp 25 juta DD yang kami gunakan untuk aplikasi ini, bermacam-macam, ada yang Rp 80 juta itu yang paket dengan mesin ATM Desa, jadi yang pakai mesin ATM Desa itu, warga tinggal datang ke ATM Desa dan klik keperluannya, suratnya akan keluar disitu," terangnya. 


"Format surat yang digunakan aplikasi ini sudah sesuai dengan Permendagri yang berlaku, masyarakat bisa mengakses layanan aplikasi ini melalui genggaman android mereka, ada beberapa fitur yang menjadi unggulan dari aplikasi ini,selain pelayanan administrasi warga juga menyediakan fitur marketplace untuk UMKM yang ada di desa. Jadi yang memiliki usaha bisa menggunakan fitur ini untuk mengiklankan jenis usaha mereka, dan masyarakat juga bisa dengan mudah mengetahui kegiatan-kegiatan di Desa. Karna ada fitur berita online yang disediakan oleh aplikasi DIGIDES ini," lanjut Try Hartono yang biasa disapa Tono ini. 


"Bukan hanya mempermudah masyarakat, aplikasi ini juga mempermudah aparat desa untuk melayani masyarakat, jadi masyarakat yang meminta pelayanan melalui Android dan Aplikasi DIGIDES, langsung dapat dilayani dengan cepat oleh pemerintah desa, karena adanya notifikasi langsung yang masuk ke WA/SMS Aparat Desa, aplikasi ini dapat diakses oleh admin desa secara Online maupun Offline pungkasnya," Sabtu (10/7/2021). 


Jadi, bagi anda warga Desa Sengeng Palie dan Desa Tonrongnge yang belum menggunakan aplikasi ini, berikut cara menggunakan aplikasi ini: 


1. Instal aplikasi Digital Desa di Palay store di    gadget anda. 


2. Login dengan memasukkan nomor telpon dan password, buat akun bila belum mempunyai akun, masukkan data diri dengan benar. 


3. Tautkan akun dengan desa anda. 


4. Pilih desa anda, masukkan nomor KTP, masukkan nomor KK, lampiran foto KTP, lampirkanfoto selfie sambil memegang KTP. 


5. Pilih menu layanan desa. 


6. Klik "buat surat" 


7. Pilih jenis surat, isi form surat, kirim. 


8. Permintaan berhasil terkirim, silahkan menunggu surat diproses. 


9. Jika status surat selesai, silahkan mengambil surat di Kantor Desa.