Foto Berita
Mengasah Kreativitas Anak Usia Dini melalui Loose Part

03 Oktober 2022

Kreativitas anak usia dini yang berada di Desa Tellumpanua Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru dapat dikembangkan melalui penggunaan media Loose Parts dengan menggunakan berbagai strategi pengembangan, salah satunya yaitu melalui proyek. Anak menjadi lebih kreatif untuk menciptakan berbagai hal ketika melakukan pembelajaran dengan menggunakan media Loose Parts. Hal ini didukung dengan media Loose Parts yang digunakan serta sikap guru yang memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk menciptakan berbagai hal sesuai keinginan dan kemampuannya. Penciptaan  produk  dilakukan  dengan  memberikan kesempatan  kepada anak pada tahap kreatif untuk menuangkan atau membuat sesuatu sesuai dengan kemampuan dan keinginan anak masing-masing.

Penciptaan produk sendiri dapat berupa menciptakan sesuatu yang baru atau memodifikasi benda atau produk yang sudah ada sebelumnya. Penggunaan media Loose Parts dalam pembelajaran dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak untuk memilah komponen yang ingin digunakan dan akan digunakan untuk apa komponen tersebut. 

Imajinasi anak dapat dengan bebas diekspresikan pada pembelajaran menggunakan media Loose Parts. Hal ini dikarenakan guru memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk mengungkapkan imajinasinya masing-masing dan mengekspresikan atau menyampaikan imajinasinya melalui berbagai hal yang anak buat. Dalam kegiatan pembelajaran atau kegiatan main, anak justru dituntut untuk berimajinasi, mulai dari tahap eksplorasi hingga tahap kreatif. Anak harus berimajinasi atau merealisasikan imajinasi yang dimiliki untuk membuat atau menciptakan sesuatu. Selain itu, melalui kegiatan observasi, anak-anak sangat antusias untuk berusaha mengutarakan dan merealisasikan imajinasi-imajinasinya menjadi sebuah karya.

Ada banyak hal yang bisa di eksplorasi oleh anak ketika melakukan kegiatan pembelajaran dengan media Loose Parts, terlebih karena guru memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk dapat melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda di sekitarnya. Strategi eksplorasi sendiri sudah jelas berada di awal kegiatan. Hal ini karena memang eksplorasi sendiri merupakan tahap pertama dalam penggunaan media Loose Parts. Jadi, anak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menjelajahi, mengamati dan mempelajari berbagai komponen-komponen yang sudah disediakan. Eksplorasi dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk melihat, memahami, merasakan, dan pada akhirnya membuat sesuatu yang menarik perhatian mereka.

Anak sangat antusias menyelesaikan berbagai rencana kegiatan main yang telah mereka buat dan memiliki target untuk dapat bergantian melakukan seluruh kegiatan yang telah disiapkan oleh guru. Kegiatan proyek didukung oleh guru yang menyiapkan kegiatan main sehingga ada banyak kesempatan besar untuk menyelesaikan seluruh kegiatan dan dalam satu kegiatan, ada banyak kemungkinan yang dapat memicu anak melakukan sebuah proyek.  Penerapan pembelajaran model  proyek, guru menyiapkan 1 kegiatan dalam satu kai pertemuan. Anak diberikan kesempatan besar untuk menyelesaikan kegiatan main yang disediakan sehingga terdapat banyak kemungkinan hal yang akan anak lakukan. Maka, ketika anak merasa belum puas dengan proyek yang dihasilkan, anak dapat memperbaiki atau melanjutkannya di lain waktu. Selain itu, melalui kegiatan observasi, anak menjadi lebih bersemangat untuk menghasilkan banyak hal dari berbagai komponen yang disiapkan terlebih guru menyiapkan banyak kegiatan yang mendukung anak untuk mengekspresikan pola berpiki keterampilan dan kemampuannya. Hal ini juga dibahas oleh Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati yang memaparkan bahwa metode proyek dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan pola berpikir, keterampilan dan kemampuannya untuk memaksimalkan sejumlah permasalahan yang dihadapi mereka sehingga mereka memiliki peluang untuk terus berkreasi dan mengembangkan diri seoptimal mungkin.


(Dhian Dwi Lestari, S.Pd)

Foto Berita
Babinsa bersama Kades Tellumpanua Ikuti Kerja Bhakti Pembersihan Sumur Tua di Dusun Maddo

08 November 2021

Barru, NewsMetropol â€“ Babinsa Tellumpanua, Koramil 1405-07/T. Rilau, Sertu Bahtiar bersama Kepala Desa Tellumpanua, Muhammad Nur Ngaru, mengikuti kegiatan Kerja Bhakti pembersihan sumur tua (Bujung Lompo) bersama warga, di Bujung Lompo, Dusun Maddo, Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (4/11).

Kegiatan kerja bhakti ini adalah merupakan tradisi adat yang masih dipertahankan oleh warga Maddo, menjelang musim tanam padi setiap tahunnya.

Kerja Bhakti ini juga dihadiri oleh Kepala Dusun Maddo serta elemen masyarakat setempat.

Babinsa Tellumpanua, Sertu Bahtiar mengatakan, kegiatan ini di laksanakan rutin setiap tahun. Budaya atau adat tradisi ini sangat penting di lestarikan dengan baik meskipun tahun ini kita di landa wabah virus corona Pandemi covid 19 harus sesuai dengan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan jaga jarak serta rajin cuci tangan dgn air bersih.

“Di harapkan turun sawah sesuai jadwal pada saat Mappalili apalagi pada saat tabur benih harus bersama sama tidak boleh saling mendahului karna kaitannya dengan hama,” imbau Bahtiar.

(Ahkam)

Foto Berita
Tellumpanua Digital Desa

07 Juni 2021

Pada hari ini  tanggal 7 bulan Juni 2021 Bertempat di Makassar Hotel Fox Lite  Perangkat desa  Tellumpanua melakukan pelatihan tentang digitalisasi pelayanan pengelolaan administrasi promosi potensi desa,demi kelancaran dan  mempermudah  pelayanan  terhadap masyarakat desa tellumpanua kecamatan tanete rilau kabupaten barru.